Oleh: Muhbib Abdul Wahab
Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena
masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok,
dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian,
Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’
ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat
tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.
Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah
penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya.
Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.
Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada
bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain
itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada
bulan yang sama.
Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena
hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama
sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam
Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).
Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran),
karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran
bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh
limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang
tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada
surga dibuka lebar-lebar.
Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa
neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa
api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya.
Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan
disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh
kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin
Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena
bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah,
terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan
terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.
Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan
kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku
sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.
Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al
lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.
Jadi, Ramadhan adalah bulan yang
sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan
Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan
ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan
prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.

No comments:
Post a Comment